Senin, 17 Maret 2008

WARNA WARNI


Warna apa yang paling indah? Menurutmu warna apa? Aku suka semua warna. Merah, kuning, hijau, ungu, biru, coklat, semua aku suka. Tapi apa yg terjadi jika hanya dapat melihat beberapa warna saja? Aku tidak pernah membayangkan jika aku buta warna sehingga tidak dapat melihat warna-warna yang indah itu semua.
Tapi terkadang kita kurang menyadari saat-saat yang indah itu terlewatkan begitu saja. Kita sadar setelah lama kita lewati hari-hari indah itu. Dan lupa bahwa sekarang adalah momen yg indah untuk suatu kenangan di masa datang pula.
Inilah yang kualami ketika sudah 3 bulan ini aku tinggal di negara orang untuk tugas belajar. Pertama datang ke kota ini memang terasa sangat menyenangkan, karena semua bangunan adalah bangunan lama, kastil berderet-deret, rumah-rumah kuno dari ujung jalan ke ujung jalan yang lain. Dan semuanya berwarna coklat, abu-abu paduan dengan warna merah bata. Yang lebih mengharukan lagi, asrama tempat tinggalku semuanya juga berwarna coklat dan berdinding bata merah ekspose yang tidak boleh di utak atik ataupun di cat. Di toko-toko juga demikian, dari handuk mandi, keset, seprei hingga underwear semua rata-rata berwarna coklat, abu-abu. Daun-daun diluar juga berwarna coklat, merah bata karena sekarang sedang musim gugur. Warna biru cuma langit di luar kalau siang hari. Lama kelamaan mataku seperti melihat coklat, abu-abu dan merah saja, tanpa pernah merasakan warna lain. Rasanya sangat membosankan sekali jika hanya melihat warna yang itu-itu saja.
Setelah 3 bulan, rasanya ingin melihat warna-warna yang lain selain coklat, abu-abu dan merah bata. Aku jadi sering memperhatikan cangkir, piring yang ada warna hijau, ungu, kuningnya. Seperti sedang mengamati lukisan di museum. Sampai-sampai se
Sebelum berangkat ke negara ini,

Minggu lalu aku pergi ke daerah pedesaan dipinggir kota. Seorang teman mengajak pergi akhir minggu ke rumah orangtua nya. Pemandangannya sungguh indah. Bunga bermekaran, daun gugur dan mulai bersemi berwarna-warni. Di kejauhan warna pohon-pohon tinggi, semakin jauh tertutup kabut. Benar-benar suatu pemandangan yang tak terlupakan. Kemudian mataku melihat kupu-kupu bersayap ungu dan biru hinggap diatas bunga-bunga kuning. Dibelakang bunga kuning terdapat daun-daun berwarna hijau. Otomatis aku langsung mengabadikan momen itu, entah kenapa, semuanya refleks terjadi begitu saja. Beberapa momen aku ambil begitu saja.
Setelah kembali ke asrama dan memulai aktifitas kampus, aku melupakan foto-foto yang pernah ambil tersebut. Tadi malam karena kameraku sudah terlalu penuh, aku mulai memindahkan beberapa foto. Aku melihat dan mengamati foto-foto kupu-kupu dan bunga kuning tersebut. Aku juga mengamati foto-foto bangunan kastil-kastil daerah tempat tinggalku. Terbersit suatu pemikiran, apakah warna yang terindah itu.

Aku mulai sadar, warna yang terindah itu bukanlah harafiah warna yang kita lihat saja. Bukan kuning dan hijau melulu, bukan pula abu-abu dan coklat melulu. Yang terpenting adalah keseluruhan dari perpaduan warna itu. Kupu-kupu bersayap biru dan ungu itu memang sudah bagus dan indah, tapi akan lebih indah lagi jika bersenyawa dengan bunga kuning berdaun hijau. Bunga kuning berdaun hijau itu memang sudah indah jika dilihat, tapi akan lebih indah lagi jika dia bersenyawa dengan kupu-kupu bersayap biru ungu. Bangunan kastil-kastil abu-abu dan coklat itu memang sudah indah, tapi akan lebih indah lagi jika bersenyawa dengan manusia-manusia yang tinggal dan beraktifitas di dalamnya. Aku tidak pernah membayangkan pula jika kastil-kastil tersebut di cat dengan warna merah muda atau peach hanya untuk menghilangkan kebosanan dari warna-warna monoton. Demikian juga sebaliknya. Jadi sebenarnya semua adalah warna-warna yang indah. Entah itu kuning, hijau, biru, ungu, abu-abu atau coklat. Sekarang tergantung kita melihatnya dari sisi yang mana. Dari sisi warnanya saja atau dari sisi hubungannya dengan sekitarnya. Yang penting lagi adalah kesadaran saat kita melihat warna-warna tersebut. Apakah keseluruhan proses warna itu yang kita lihat atau hanya sebagian saja. Kadang kita tidak pernah sadar bahwa warna yang terindah sudah ada di depan mata. Kita membayangkan disuatu tempat warna-warnanya bagus. Sementara setelah kita ke tempat tersebut kita tidak melihat seperti yang kita bayangkan. Karena pikiran dan imajinasi kita tidak sesuai dengan yang kita lihat. Kasihan sekali jika seperti itu. Aku mulai melihat keseluruhan warna dari prosesnya, dari hubungannya dengan sekitar. Kastil-kastil itu ternyata lebih hidup jika ada orang-orang yang lalu lalang memakai baju hangat berwarna-warni. Mobil-mobil yang diparkir juga memberi warna-warna tertentu. Pemandangan tertutup kabut dibelakang kastil-kastil itu juga menambah suasana yang menakjubkan. Ternyata hidup itu jadi lebih indah, karena semua menyajikan warna-warna yang terindah untuk kita nikmati, dimanapun dan apapun yang sedang kita lakukan.

Tidak ada komentar: